Final Fantasy VII memang punya posisi yang istimewa di industri game, baik untuk Square Enix sebagai developer sekaligus publisher ataupun bagi banyak gamer pencinta JRPG di seluruh dunia. Bagi para gamer, seri originalnya di Playstation pertama menjadi RPG pertama bagi banyak gamer, yang kemudian menjadi pondasi rasa cintanya untuk lebih banyak game JRPG di masa depan. Sementara bagi Square Enix? Selain sebagai salah satu seri tersukses, Final Fantasy VII juga menjadi seri pertama dimana alih-alih berhenti ketika mereka selesai meluncurkan seri pertamanya, mereka justru tertarik untuk mengeksplorasi semestanya lebih jauh. Proses yang kemudian tidak hanya melahirkan game-game sampingan di beberapa platform berbeda, tetapi juga dua buah film. Salah satu dari produk tersebut? Tentu saja Crisis Core.
Kehadiran Crisis Core di era Playstation Portable di masa lalu memang dilihat sebagai sebuah seri yang penting. Mengapa? Karena terlepas dari kisah original Final Fantasy VII yang cukup solid, ia memang tidak banyak memberikan highlight bagi sosok Zack yang harusnya punya peran super penting untuk membentuk Cloud seperti karakter yang kita kenal selama ini. Oleh karena itu, juga menjadi langkah yang rasional bagi Square Enix untuk membuat Crisis Core menempuh proses remaster di tengah hype dan penantian untuk lebih banyak produk Final Fantasy VII Remake. Terlepas dari apakah ia akan berujung dicintai oleh gamer pendatang baru atau tidak, ia setidaknya akan hadir untuk memenuhi satu tujuan jelas – memberikan konteks.
Dibandingkan dengan banyak proyek remaster yang lahir selama beberapa tahun terakhir ini, yang juga memang tengah ditekuni oleh Square Enix, apa yang ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion memang tidak main-main. Dari upaya modernisasi di sisi presentasi, ia datang dengan kualitas yang bahkan pantas menyandang nama “Remake” daripada remaster itu sendiri. Hampir keseluruhan visual audio dibangun ulang dengan ciamik, dari sekadar model karakter, FMV untuk summon, hingga efek tata cahaya dan pantulan yang mengingatkan Anda pada teknologi ray-tracing. Keputusan untuk mempertahankan cerita original dari versi PSP juga akan membantu memberikan konteks lebih baik soal sosok Zack yang memang tak banyak dibicarakan di Final Fantasy VII Remake.
Namun terlepas dari semua penyempurnaan yang sudah dilakukan, sulit rasanya untuk tidak mengeluh bahwa ada beberapa desain original yang berujung dipertahankan dan berujung membuat Crisis Core Reunion terasa kuno. Sebagai contoh? Desain peta untuk ragam misi sampingan yang walaupun dipermak cantik, tetap hadir terbatas dan monoton, apalagi dengan beberapa pengulangan yang terjadi. Yang membuat kami lebih kesal? Bahwa terlepas dari implementasi sistem trophy yang akhirnya tersedia, game ini tetap tidak menyediakan kesempatan untuk mengulang permainan dalam format per chapter. Mengingat ada puluhan trophy terikat mini-game yang hanya bisa Anda selesaikan sempurna satu kali ataupun misi sampingan yang tak lagi bisa diakses setelah progress cerita tertentu, Crisis Core Reunion memuat begitu banyak missable trophy. Untuk para pemburu tanpa guide? Ini mimpi buruk.
Namun di luar kelemahan yang remeh temeh tersebut, Square Enix harus diakui melakukan pekerjaan yang fantastis dengan Crisis Core: Final Fantasy VII Reunion. Siapa yang mengira bahwa terlepas dari beberapa desain yang mungkin terasa kuno, kombinasi penyempurnaan di sisi presentasi membuatnya tetap jadi game action RPG yang menyenangkan dan adiktif di saat yang sama. Sesuatu yang tak boleh Anda lewatkan jika Anda belum mencicipi seri originalnya, apalagi jika Anda menikmati Final Fantasy VII Remake dan menantikan Rebirth!
Kelebihan
- Peningkatan visual signifikan
- Sistem Materia Fusion yang asyik
- Konten post-game yang tetap adiktif
- Animasi summon baru yang lebih epik
- Animasi serangan yang terasa lebih halus
Kekurangan
- Desain peta misi sampingan terasa kuno
- Banyak trophy yang mudah terlewatkan
Cocok untuk gamer: yang baru saja memainkan FF VII Remake dan menantikan Rebirth, ingin menikmati Crisis Core dalam bentuk lebih modern
Tidak cocok untuk gamer: yang mengharapkan cerita berbeda dari seri original, benci dengan JRPG dimana Anda bisa hanya memainkan 1 karakter saja


